Setiap orang tua menyayangi anaknya
melebihi apapun didunia ini. Saking besarnya kasih sayang mereka terhadap
anaknya, mereka beranggapan anaknya jangan sampai mengalami kesulitan seperti
yang dirasakan orangtuanya dulu, akibatnya mereka memanjakan anaknya. Orang
masih beranggapan bahwa anak- anak yang dimanjakan, ialah anak- anak orang kaya
atau anak seorang konglemerat saja, anggapan ini tidak benar.
Memanjakan
anak tidak bergantung pada kaya atau miskinnya suatu keluarga, tetapi lebih
dipengaruhi oleh sedikit banyaknya pengetahuan orang tua akan ilmu mendidik
anak. Ketidaktahuan pola mendidik anak membuat mereka salah kaprah. Niat hati
sayang pada anaknya, justru membuat anak itu celaka, tidak berdaya dan
kehilangan masa depan mereka. Sejak kecil, anak telah dibiasakan dituruti
kemauannya, apa yang dikehendaki nya selalu diaada- adakan.
Seorang
anak manja seolah- olah raja didalam rumahnya ; orang - orang seisi rumah harus
tunduk dan takluk kepadanya. Ia hidup menuruti kemuan sendiri saja, hawa nafsu
dan tingkah laku anak itu makin merajalela . Oleh karena itu tidak mengherankan
jika sudah besar ia akan bersifat pembantah, keras hati atau keras kepala,
tidak inisiatif dan selalu bergantung kepada orang tuanya. Banyak sekali orang
tua yang memanjakan anaknya dengan berbagai cara seperti :
Pertama, memproteksi
anak dengan seribu satu macam perlindungan. Hal ini bisa dilakukan dengan
cara berusaha menyingkirkan segala kesulitan baginya. Misalnnya memperlakukan
anak seperti seorang raja, selalu membela anaknya ketika bertengkar dengan
temannya meskipun anaknya yang salah.
Kedua, memenuhi
segala keinginan si anak, apa saja yang menjadi kehendak dan keinginan anak,
biarpun akan merugi atau menggangu kesehatan dan pertumbuhnnnya dituruti
saja. Tidak bisa berkata tidak kepada anak, selalu mengalah pada anak,
takut pada anak, sehingga menjadikan kita sebagai orang tua tidak mempunyai
wibawa lagi.
Ketiga, Membiarkan
dan membolehkan si anak berbuat sekehendak hatinya. Ini menjadikan dia jauh
dari ketertiban, kepatuhan, peraturan, dan kebiasaan- kebiasaan baik lainnya.
Biasanya orangtua segan untuk mendidik anak agar segara membereskan tempat
tidurnya dan merapihkan mainan ketika sudah selesai main.
Karena
saking sayangnya, beberapa orangtua mendidik anak dengan cara memanjakannya.
Hal tersebut dalam jangka pendek seakan tak ada masalah, namun dalam jangka
panjang akan mempunyai dampak yang sangat signifikan.
Biasanya,
memanjakan anak secara berlebihan berhubungan dengan situasi-situasi di bawah
ini :
1. Anak tunggal, jadi semua kasih sayang
dicurahkan kepadanya karena dia merupakan harapan satu- satunya dikeluarga
2. Anak sulung adiknya belum lahir, disebabkan karena
dia anak yang pertama lahir, maka orangtuanya sangat memanjakkan anak tersebut
3. Anak bungsu, karena dia merupakan anak yang paling
kecil
4. Anak yang termanis atau terpandai diantara
saudara- saudaranya
5. Anak yang sering sakit
6. Anak yang cacat
7. Seorang anak laki- laki yang saudarannya perempuan
semuanya
8. Seorang anak perempuan yang saudara- saudaranya
laki- laki semuanya
9. Anak yang diasuh oleh neneknya, karena nenek
biasanya menyayangi melebihi rasa sayang pada anaknya sendiri, sehingga jika
cucunya berbuat nakal tidak berani memukul atau menegurnya
10. Anak angkat, karena tidak mempunyai anak, maka
menyayangi anak angkat secara berlebihan
Hal-hal yang menyebabkan orang tua atau pengasuh - pengasuh
lain memanjakan seorang anak adalah :
1. Karena ketakutan yang berlebih - lebihan akan bahaya
yang mungkin akan mengancam si anak . Dalam hal ini orang tua akan selalu
berusaha melindungi anaknya dari segala sesuatu yang mengandung bahaya, seperti
melarang anaknya berlari- larian, bermain dipanas matahari, dibelanya jika ia
berkelahi atau bertengkar dengan temannya.
2. Keinginan yang tidak disadari untuk selalu menolong
dan memudahkan kehidupan si anak karena mereka berfikir semua pekerjaan yang
dilakukannya semata - mata untuk kepentingan si anak akibatnya orang tua
memberi pertolongan yang berlebih- lebihanpada anak dan memanjakannya.
3. Karena orang tua sendiri takut akan kesukaran, segan
bersusah- susah , ingin mudah dan enaknya saja. Orang tua takut kalau si anak
bertindak membandel dan terus merengek-rengek jika keinginannnya tidak
terpenuhi, mereka merasa lebih mudah berbuat untuk menuruti kehendak anaknya
dari pada berlaku sabar dan menahan nafsu amarahnya. Tapi mereka lupa bahwa
dengan perbuatan itu anak akan lebih menyukarkan dan menuntut lebih banyak lagi
. Itulah sebabnya seorang pengasuh sering memanjakan anak majikannya, ia takut
akan kesukaran ; kesukaran yang timbul dari si anak dan kemarahan majikannya
4. Karena ketdaktahuan orang tua, kebanyakan orang tua,
baik yang tidak terpelajar sekalipun, mengetahui apa yag dapat diperbolehkan
dan apa yang harus dilarang bagi anak- anaknya , tetapi ada pula orang tua yang
memang sama sekali tidak tahu cara mengasuh anaknya , mereka tidak tahu bahwa
anak harus dibiasakan akan ketertiban, berlaku menurut peraturan - peraturan
yang baik untuk bekal hidupnya nanti dalam masyarakat. Ketidaktahuan ini juga
sering terdapat pada pengasuh - pengasuh anak kita, maka hati- hatilah memilih
seorang pembantu sebagai pengasuh anak- anak.
Anak yang dimanjakan akan menderita akibat- akibat buruk
seperti :
1. Anak akan mempunyai sifat mementingkan dirinya
sendiri , anak yang dimanja merasa dari kecilnya bahwa orang lain selalu menolongnya,
selalu memandang dirinya lebih penting dari pada yang lain. Akibatnya , setelah
anak menjadi besar, akan menjadi orang yang selalu ingin di pandang, ingin
ditolong, merasa kepentingannya sendiri lebih penting dari pada kepentingan
orang lain, ia selalu ingin dipuji, ingin menang sendiri, sehingga akhirnya
dapat menjadi orang yang congkak dan tamak; perasaan sosialnya kurang.
2. Kurang mempunyai rasa tanggung jawab. Anak yang
dimanjakan selalu mendapat pertolongan, segala kehendaknya diturut, tidak boleh
dan tidak pernah menderita susah dan kesukaran. Hal ini akan menjadikan anak
itu orang yang selalu minta pertolongan dan mengharapkan belas kasihan orang
lain, ia tidak sanggup berikhtiar dan inisiatif sendiri. Meskipun ia telah
berkeluarga masih selalu mengharapkan bantuan orang tuanya baik secara moril
maupun materil . Sehingga orang tuanya telah tiada ia tidak bisa bekerja
keras sehingga banyak kejadian anak yang dimanja sering mengalami penceraian.
3. Memanjakan dapat mengakibatkan anak menjadi tidak
percaya diri. Kebiasaan menerima pertolongan dan selalu mendapat bantuan
akibatnya anak itu menjafi orang yang selalu tidak dapat mengerjakan atau
memecahkan suatu masalah dalam kehidupannya ia merasa bodoh, tidak sanggup ,
merasa harga diri kurang dan meyebabkan anak itu lekas putus asa dan keras
kepala.
4. Di sekolah anak yang manja selalu berusaha menarik
perhatian guru atau teman- temannya, perhatian teman - temannya dipikatnya
dengan pakaian indah, dengan alat- alat permainan, dengan membagi- bagikan
makanan, dengan bercerita yang bukan- bukan atau dengan pura- pura sakit.
5. Karena tidak ada kemauan dan inisiatif ; di sekolah
anak yang manja itu bersifat pemalas. Ia enggan bersusah- susah mengerjakan
soal pelajarannya ia suka mencontoh pekerjaan temannya, suka mencontek , ia
sering tidak disenangi dan dijauhi sehingga anak yang manja itu terasing dari
teman- temannya.
Sebenarnya
kesalahan bukan mutlak terletak pada anaknya. Akan tetapi karena perlakuan
orang tua sendiri, yang tidak tahu akibat memanjakan anak. Orang tua tidak
menyadari bahwa anaknya nanti akan tumbuh besar dan tidak akan hidup selamanya
dengan orang tua, mereka harus sekolah (kost) jauh dari rumah, akan tinggal
dengan orang lain, akan memasuki dunia luar yang keras, dimana orang yang
bekerja keras akan berani menghadapi hidup yang penuh tantangan, akan menikah
dan membangun rumah tangganya sendiri. Oleh karena itu untuk menolong anak itu
agar tidak terjerumus dan membahayakan masa depannya kita sebagai pendidik
(orang tua) adalah :
1. Jangan mengindahkan anak yang manja itu lebih dari
pada anak - anak lain. Pendidik ( orang tua ) harus berusaha agar anak yang
manja menginsafi bahwa ia tidak berbeda dengan anak- anak yang lain.
2. Didiklah mereka itu ke arah percaya kepada kemampuan
dirinya sendiri , dalam hal ini kita jangan memberi pertolongan kepadanya, jika
ia tidak perlu benar
3. Besarkan hatinya terhadap hasil- hasil usahanya yang
telah dikerjakannya sendiri, kalau perlu pujilah mereka, jagalah agar mereka
jangan bertambah kecil hati.
4. Kembangkan perasaan sosial anak itu, biasakan ia
bekerja sama, bantu membantu dengan temannya
Mudah-mudahan, kita sebagai orang tua bisa
mendidik anak-anak kita dengan pendidikan yang tepat dan memandu mereka menjadi
generasi-generasi yang hebat di masa yang akan datang.
Sumber diadaptasi dari Buku ilmu pendidikan teoritis
dan praktis Drs Ngalim Purwanto MP
0 comments :
Post a Comment