Hore,
liburan telah tiba. Tidak ada lagi berangkat pagi menuju sekolah, tidak ada
lagi mengerjakan PR. Tak ada jam tambahan les di sore/ malam hari. Tak ada lagi
orang tua marah karena dapat nilai jelek. Bebas rasanya. Saatnya bersantai dan
nikmati masa anak-anak.
Apakah hal
tersebut yang dirasakan anak kita jika liburan tiba. Jika iya, berarti selama
sekolah apakah dia merasa tertekan, apakah ia merasa terpaksa agar tidak
dimarahi orang tua. Berarti selama ini mereka hanya menjadi robot yang remote
kontrolnya dikendalikan oleh orang tua, bukan sebagai manusia yang berfikir
tentang manfaat dari apa yang dilaksanakan.
Kembali lagi
dalam hal liburan. Boleh saya mengajukan pertanyaan, apakah program liburan
anda bersama keluarga kali ini ? apakah sudah disusun dengan berbagai kegiatan
positif bagi anak, atau hanya sekedar bersenang-senang?. Apakah liburan yang
direncanakan berkaitan dengan hal-hal educative, atau hanya fun? Apakah liburan
yang direncanakan sejalan atau bertentangan dengan hal-hal positif yang
diajarkan di sekolah. Layaknya kita perlu memikirkan hal tersebut dalam
perencanaan liburan.
Liburan sebagai
bagian refresing bagi keluarga merupakan kegiatan yang positif untuk mengurangi
kepenatan dengan aktifitas sehari-hari. Namun jika tidak direncanakan dengan
baik, liburan bias memberikan efek negative, terutama bagi anak-anak. Suasana liburan
yang dianggap bebas dari segala aturan yang selama ini mengikat akan menjadi
buah simalakama saat masa liburan usai. Orang tua akan menjadi sangat sulit
menerapkan aturan itu lagi. Sebagai contoh, saat sebelum liburan selalu
dibiasakan anak untuk membuang sampah di tempatnya, tapi saat liburan orang tua
memberikan contoh membuang sampah sembarangan, atau orang tua membiarkan anak
saat membuang sampah sembarangan maka nantinya anak akan lebih susah diterapkan
aturan itu lagi. Satu hal lagi jika saat
sekolah anak dibiasakan bangun pagi langsung mandi, tapi jika liburan walaupun sudah bangun pagi anak dibiarkan saja untuk
mandinya lebih siang, bahkan mereka bermain terlebih dahulu dengan alas an mumpung
liburan. Apakah semua hal positif hilang saat liburan.
Semoga kita
bisa tetap konsisten dalam mendidik putra putri kita dalam mewujudkan Indonesia
emas dari keluarga. Amiin.

0 comments :
Post a Comment