Ust Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri)
AYAH
yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM.
Didatangi saat anak butuh saja. Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari
AYAH, maka banyak AYAH yang tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali
mimpi basah. Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam
keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?
Jika
ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari ‘Umar
bin Khattab (radhiyallahu ‘anhu). AYAH durhaka bukan yang bisa dikutuk
jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yang menuntut anaknya shalih dan
shalihah, namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya. AYAH ingin
didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya.
AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya.
Negeri
ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh
kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country. Padahal
keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini.
Dimana AYAH sang pengajar utama?
Dunia
AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH
malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi. Banyak anak yang sudah
merasa yatim sebelum waktunya, sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam
kehidupannya.
Semangat
Quran mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita
mengenal Lukman, Ibrahim, Ya’qub, Imran. Mereka adalah contoh AYAH yang
peduli. Ibnul Qayyim dalam kitab Tuhfatul Maudud berkata,
"Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah AYAH."
Ingatlah!
Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yang merujuk pada
anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggungjawaban kelak.
Rasulullah
yang mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAH-nya. Tetapi nilai-nilai
ke-AYAH-an tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya.
Nabi Ibrahim adalah AYAH yang super sibuk, jarang pulang. Tapi dia tetap
bisa mengasuh anak meski dari jauh. Terbukti 2 anaknya menjadi nabi.
Generasi sahabat menjadi generasi gemilang karena AYAH amat terlibat
dalam mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik.
Di
dalam Quran ternyata terdapat 17 dialog pengasuhan, dimana 14
diantaranya yaitu dialog antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih
banyak disebut.
Mari
ajak AYAH untuk terlibat dalam pengasuhan baik di rumah, sekolah dan
masjid. Harus ada sosok AYAH yang mau menjadi guru TK dan TPA, agar anak
kita belajar kisah ‘Umar yang tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu
yang berkisah, tapi AYAH-lah.
AYAH
pengasuh harus hadir di masjid, agar anak merasa tentram berlama-lama
di dalamnya. Bukan was-was atau merasa terancam dengan hardikan. Jadikan
anak terhormat di masjid, agar ia menjadi generasi masjid, dan AYAH-lah
yang membantunya merasa nyaman di masjid.
Ibu
memang madrasah pertama seorang anak, tetapi AYAH yang menjadi kepala
sekolahnya. AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi
anak sekaligus mengevaluasinya. Selain juga membuat nyaman suasana
sekolah yakni ibunya. Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, keran hilang,
genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH ‘kepala sekolah’ tapi AYAH
‘penjaga sekolah’
Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan keduanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan IBU-nya. Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak. Jika ibu tak ada, anak menjadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika.
Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan keduanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan IBU-nya. Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak. Jika ibu tak ada, anak menjadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika.
AYAH
mengajarkan anak menjadi pemimpin yang tegas. Ibu membimbingnya menjadi
pemimpin yang peduli. Tegas dan peduli itu sikap utama. Hak anak adalah
mendapatkan pengasuh yang lengkap. AYAH terlibat, ibu apalagi. Mari
penuhi hak anak untuk melibatkan AYAH dalam pengasuhan. Semoga negeri
ini tak lagi kehilangan AYAH.

0 comments :
Post a Comment