Home » » Anakku Hebat (Positive Voice series)

Anakku Hebat (Positive Voice series)



Anakku Hebat  (Positive Voice series)

Setiap orang tua selalu pasti menginginkan anaknya menjadi anak hebat, anak sholeh, berbakti kepada kedua orang tuanya bermanfaat bagi manusia yang lain. Tapi apakah usaha yang dilakukan sudah sebesar harapan tersebut.
Mendidik anak untuk menjadi anak hebat membutuhkan orang tua yang hebat. Peribahasa apel jatuh tidak jauh dari pohonnya benar adanya, bagaimana cara orang tua mendidik anak itulah yang akan menjadi karakter anak. Jika anak dibesarkan dalam lingkungan yang selalu menebarkan kata-kata positif, maka berkata baik akan menjadi karakter anak tersebut. Begitu pula sebaliknya.
The power of voice,,itulah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Sebagian dari kita sering menafikan ucapan yang dibisikkan ke anak, entah itu ucapan positif atau negative. Sesering apa kita ucapkan, itulah yang akan direkam anak.
Pernahkan kita mengatakan “kamu kok lambat lupa terus sih mas” saat anak kita sering lupa menaruh barangnya. Atau kita bilang “kamu ini gimana sih nak, gini aja g bisa”. Atau malah ada yang lebih kasar lagi. Sadarkah kita jika ucapan tersebut berulang kali kita ucapkan, maka itulah yang akan jadi mindset di anak. anak akan berfikir “ah aku orangnya lambat kok”, “ah aku kan emang orangnya g bisaan” dan lebih parah bukan hanya mindset tapi perbuatan anak akan mengarah ke kalimat-kalimat terbut. Kalimat tersebut hanya akan membuat kita puas sesaat melampiaskan kemarahan, tetapi dampaknya justru memperburuk mental anak. lalu bagaimana menyikapinya.
Kata negative punya lawan kata positive. Jadi yang perlu kita kembangkan adalah kalimat-kalimat positive dalam berkomunikasi dengan anak. jika anak melakukan kesalahan, kita tidak langsung pada kesalahan dan hal negatifnya, tapi kita memberikan motivasi untuk memperbaiki kesalahan. Sebagai contoh ketika anak mendapat nilai 5 dalam pelajaran bahasa Indonesia, dia pulang dalam keadaan murung. Kita Tanya dia malah takut dimarahi. 

Ibu ; “gimana hasil evaluasinya nak”
Anak : “hmmmmmm…aku dapat jelek bu”
Ibu  :”iya berapa sayang, boleh ibu tau”
Anak :”ini bu aku dapat 5”
Ibu : “kamu sedih nak dapat nilai segitu, atau takut dimarahi ibu”. “ibu g marah nak, tapi apakah anak hebat ibu puas dengan nilai 5”. Bisa lebih bagus lagi kan nak.
Anak : “ibu g marah beneran”
Ibu : “iya sayangku, tapi janji anak hebat nanti bisa lebih bagus ya”

Sedikit dialog diatas hanyalah contoh. Betapa kita selalu berkonsentrasi pada kesalahan yang dilakukan anak. sejatinya yang kita bentuk bukan anak yang pintar dengan nilai bagus, tapi anak yang berkarakter. Jika kita berkonsentrasi pada nilai, anak kita juga akan berkonsentrasi pada yang kita inginkan yaitu nilai, entah bagaimanapun caranya yang penting tidak dimarahi orang tuanya.
Orang tua memegang peran sangat vital dalam mendidik karakter anak. kita perlu memasukkan berbagai kalimat positif dalam benak anak. selalu memberikan motivasi tanpa merendahkan. Memberi masukan tanpa menggurui.
Selalu ingat, anak hebat terlahir dari keluarga yang hebat….

0 comments :

Post a Comment

Link Terkait

Visitor

.