Home » » KEBIASAAN PEMBENTUK KARAKTER

KEBIASAAN PEMBENTUK KARAKTER



KEBIASAAN PEMBENTUK KARAKTER

Mempunyai keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang antara orang tua, orang tua dengan anak dan antar anak adalah dambaan setiap keluarga. Untuk membentuk sebuah keluarga yang harmonis, sakinah mawaddah warohmah perlu waktu dan kebiasaan yang secara terus menerus diterapkan dalam keluarga. Aktivitas keluarga mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi perlu kita isi dengan hal-hal yang positif bagi buah hati. Beberapa kebiasaan ini dapat menumbuhkan rasa saling empati dan dapat membentuk karakter anak-anak.
1.    Bangunkan anak dengan ucapan lembut dan kecupan.
Posisi bangun tidur merupakan langkah awal seseorang mengarungi hidup sehari. Jika bangun tidur dimulai dengan perkataan sayang dan kata-kata positif lainnya, insya Allah pada hari itu suasana hati akan ikut positif.

2.    Membacakan dongeng/rencana kegiatan menyenangkan hari ini.
Ketika anak masih dalam posisi setengah sadar baru bangun dari tidur, saat itulah saat yang tepat untuk melakukan brain storming kepada anak.  Otak anak masih dalam posisi alfa sehingga sangat mudah untuk memberikan stimulus berupa cerita/dongeng yang membangun karakter anak. selain itu perlu juga kita ceritakan hal menarik yang bisa dijalani anak pada hari tersebut, sehingga anak menjadi semangat dalam menghadapi hari tersebut. Kuncinya sesulit apapun hari yang akan dijalani selalu gunakan kata positi yang membangun pribadi anan.
Ibarat sebuah rumah, masa bangun tidur inilah pondasi awalnya.

3.    Mengecup kening dan salam saat berpisah/ke sekolah.
Anak berangkat ke sekolah, serta orang tua berangkat sekolah adalah awal perpisahan untuk melaksanakan hal-hal menggembirakan. Kecupan kening dan salam dapat meningkatkan rasa empati. Ditambah lagi dengan kata positif akan lebih membangkitkan semangat dalam menjalani hari yang menyenangkan dan penuh tantangan.

4.    Tersenyum dan tertawa bersama.
Senyum adalah ibadah. Memang benar  kalimat tersebut, dengan senyum dapat mewakili jutaan kata positif, dengan senyum akan menumbuhkan rasa saling menghargai, dengan senyum akan membuat orang yang menerima senyuman kiya menjadi nyaman. Jadi selalu tebar senyum kepada anggota keluarga kita, semarah apapun kita selalu akhiri dengan senyum kasih sayang.
Tertawa dan senyum dapat menyegarkan otak kita. Sebaliknya dengan marah maka aka nada ratusan sel otak yang mati. Maka, perbanyaklah senyum dan tertawa. Karena tertawa itu membuat awet muda. Hee

5.    Menonton bersama
Semua anggota keluarga pasti punya acara televise kesukaan masing-masing, tapi kenapa harus nonton bersama. Kita banyak yang memilih jalan pintas dengan membelikan televise di kamar masing-masing anak dengan alasan tersebut dan agar tidak berebut remote, tapi apakah cara tersebut baik.
Menyediakan televise di masing-masing kamar akan menimbulkan beberapa dampak yaitu:
a.      Kita tidak bisa mengontrol tayangan yang ditonton anak.
b.      Menipisnya rasa saling pengertian
c.       Kurangnya rasa kebersamaan berkumpul.
Sementara dengan hanya menyediakan 1 televisi dan menonton bersama diruang keluarga akan menumbuhkan sikap :
a.      Setiap anggota keluarga jadi saling tahu acara favorit.
b.      Rasa saling pengertian dan berbagi.
c.       Adanya waktu untuk berdiskusi tentang tayangan yang ditonton bersama.
d.      Kebersamaan yang akan sangat terasa.

6.    Effective Time
Seberapa banyak waktu yang kita sediakan untuk focus kepada anak kita. Setiap orang pasti berbeda. Seorang ibu yang hanya sebagai ibu rumah tangga pastinya punya waktu lebih banyak untuk ikut mendidik anak dibandingkan dengan seorang ibu karir. Akan tetapi apakah anak hasil didikan ibu yang punya waktu lebih banyak akan lebih berhasil. Ternyata hal yang paling menentukan adalah waktu yang efektive. Seberapa focus dan effective kah perhatian kita terhadap anak. anak itu butuh perhatian, sehingga ketika kita punya waktu, perhatikan, berikan aplouse dan fokuslah kepada anak kita.
Selalu luangkan waktu bersama untuk bermain dan berdiskusi dengan anak. tidak perlu waktu lama, yang penting focus dan efektive.

7.    Dongeng sebelum tidur.
Waktu sebelum tidur juga merupakan waktu yang sangat efektif untuk menanamkan character Building kepada anak. saai ini anak berada dalam gelombang alva yang siap menerima intruksi dalam pikiran bawah sadar anak. instruksi bawah sadar akan terekam dalam memory jangka panjang anak dan menjadi kebiasaan.

8.    Fokus pada hal positif.
Kunci dari semua hal diatas adalah focus pada hal positif. Hal positif yang meliputi perkataan, berbuatan, serta respon kita terhadap anak. kita dapat senantiasa belajar untuk memperbaiki bebrapa perkataan dan respon yang membuat anak unachievement. Beberapa hal negatif juga perlu kita perbaiki menjadi hal positif.

Itulah beberapa hal yang dapat kami bagi. Semoga dapat bermanfaat. Mari kita membangun Indonesia kuat dari keluarga.

0 comments :

Post a Comment

Link Terkait

Visitor

.