“Eh nak,
jangan keluar rumah, nanti ditangkap polisi hlo”.
“ayo makan,
nanti kalau tidak makan disuntik pak dokter hlo”.
Dua ungkapan diatas sering kita dengar diucapkan oleh orang
tua untuk membuat anaknya manurut atas perintah orang tua. Berbagai nada
digunakan dalam pengucapan ungkapan tersebut, secara halus berupa ajakan, nada lirih
untuk menakut nakuti anak, keras sebagai ancaman. Berbagai nada tersebut tetap
bertujuan sama yaitu untuk membuat anak nurut.
Selanjutnya kita bertanya kenapa harus polisi, kenapa harus
dokter. Apa relasi kedua profesi tersebut yang membuat anak takut dan menurut.
Penggunaan objek lain untuk menakutnakuti anak merupakan
bentuk ketidakmampuan orang tua untuk membuat anak mengikuti ajakan orang tua. Orang
tua tidak mampu secara pribadi untuk mempengaruhi anak sehingga menggunakan
orang disekitarnya bahkan profesi profesi seperti disebutkan diatas. Terkadang kita
mendengar seorang ibu berkata saat anaknya berbuat yang sedikit menurut ibu
tidak baik dengan ucapan “ayo berhenti tidak, nanti ibu bilang ke ayah hlo”. Perkataan
ini menunjukkan ketidakmampuan ibu untuk mengontrol anak sehingga butuh menakut
nakuti anak dengan keberadaan ayah. Kemudian saat ayah sudah tidak mampu juga
untuk mengontrol anak, maka orang tua akan menggunakan aspek lain baik itu yang
berbau mistis ataupun profesi yang ditanamkan oleh orang tua merupakan
pekerjaan yang menakutkan.
Efek dari penggunaan berbagai macam profesi untuk menakut
nakuti anak dapat terjadi langsung ataupun jangka panjang. Sebagai contoh
seorang anak yang ditakut takuti dengan polisi, maka setiap melihat polisi anak
akan menjadi takut dan terjadi kekhawatiran yang berlebihan. Ketakutan yang tak
beralasan dari anak timbul karena orang tua memberi ancaman bahwa jika anak
nakal maka akan ditangkap polisi. Secara jangka panjang dalam alam bawah sadar
hal tersebut akan menjadi pola pikir yang akan dibawa sampai dewasa.
Efek selanjutnya jika anak ditakut-takuti dengan profesi
dokter hampir sama dengan efek jika ditakuti polisi. Penggunaan kalimat “kalau
g makan nanti disuntik dokter”, ataupun yang lain menimbulkan sebuah trauma
psikologis bagi anak. Perkataan yang diulang ulang akan membuat ketakutan
tersebut berada di alam bawah sadar sehingga jika bertemu dokter, maka yang ada
adalah rasa ketakutan, dokter adalah mahluk menakutkan yang akan menyuntik
kamu. Hal ini sangat berbahaya jika pada suatu ketika sang anak harus berurusan
dengan dokter, maka yang terjadi anak pasti menangis karena dalam pikiran dia
dokter adalah monster.
Kita perlu berpikir kreatif dalam usaha
menangani anak. Bagaimana mengajak anak untuk mengikuti perintah orang tua
dengan tetap menjaga aspek psikologis sehingga tidak timbul trauma. Mengajak anak
berpikir sebab dan akibat jika ia melakukan sesuatu dapat dilakukan. Semoga kita
menjadi orang tua bijak dalam membangun indonsia hebat dari rumah. Salam Indonesia
Strong From Home.

0 comments :
Post a Comment