Home » » Apa salah Dokter dan Polisi

Apa salah Dokter dan Polisi

Apa salah dokter dan Polisi





“Eh nak, jangan keluar rumah, nanti ditangkap polisi hlo”.
“ayo makan, nanti kalau tidak makan disuntik pak dokter hlo”.
Dua ungkapan diatas sering kita dengar diucapkan oleh orang tua untuk membuat anaknya manurut atas perintah orang tua. Berbagai nada digunakan dalam pengucapan ungkapan tersebut, secara halus berupa ajakan, nada lirih untuk menakut nakuti anak, keras sebagai ancaman. Berbagai nada tersebut tetap bertujuan sama yaitu untuk membuat anak nurut.
Selanjutnya kita bertanya kenapa harus polisi, kenapa harus dokter. Apa relasi kedua profesi tersebut yang membuat anak takut dan menurut.
Penggunaan objek lain untuk menakutnakuti anak merupakan bentuk ketidakmampuan orang tua untuk membuat anak mengikuti ajakan orang tua. Orang tua tidak mampu secara pribadi untuk mempengaruhi anak sehingga menggunakan orang disekitarnya bahkan profesi profesi seperti disebutkan diatas. Terkadang kita mendengar seorang ibu berkata saat anaknya berbuat yang sedikit menurut ibu tidak baik dengan ucapan “ayo berhenti tidak, nanti ibu bilang ke ayah hlo”. Perkataan ini menunjukkan ketidakmampuan ibu untuk mengontrol anak sehingga butuh menakut nakuti anak dengan keberadaan ayah. Kemudian saat ayah sudah tidak mampu juga untuk mengontrol anak, maka orang tua akan menggunakan aspek lain baik itu yang berbau mistis ataupun profesi yang ditanamkan oleh orang tua merupakan pekerjaan yang menakutkan.
Efek dari penggunaan berbagai macam profesi untuk menakut nakuti anak dapat terjadi langsung ataupun jangka panjang. Sebagai contoh seorang anak yang ditakut takuti dengan polisi, maka setiap melihat polisi anak akan menjadi takut dan terjadi kekhawatiran yang berlebihan. Ketakutan yang tak beralasan dari anak timbul karena orang tua memberi ancaman bahwa jika anak nakal maka akan ditangkap polisi. Secara jangka panjang dalam alam bawah sadar hal tersebut akan menjadi pola pikir yang akan dibawa sampai dewasa.
Efek selanjutnya jika anak ditakut-takuti dengan profesi dokter hampir sama dengan efek jika ditakuti polisi. Penggunaan kalimat “kalau g makan nanti disuntik dokter”, ataupun yang lain menimbulkan sebuah trauma psikologis bagi anak. Perkataan yang diulang ulang akan membuat ketakutan tersebut berada di alam bawah sadar sehingga jika bertemu dokter, maka yang ada adalah rasa ketakutan, dokter adalah mahluk menakutkan yang akan menyuntik kamu. Hal ini sangat berbahaya jika pada suatu ketika sang anak harus berurusan dengan dokter, maka yang terjadi anak pasti menangis karena dalam pikiran dia dokter adalah monster.
Kita perlu berpikir kreatif dalam usaha menangani anak. Bagaimana mengajak anak untuk mengikuti perintah orang tua dengan tetap menjaga aspek psikologis sehingga tidak timbul trauma. Mengajak anak berpikir sebab dan akibat jika ia melakukan sesuatu dapat dilakukan. Semoga kita menjadi orang tua bijak dalam membangun indonsia hebat dari rumah. Salam Indonesia Strong From Home.

0 comments :

Post a Comment

Link Terkait

Visitor

.