Ayah merupakan salah satu komponen
penting dalam keluarga. Kedudukan ayah sebagai kepala keluarga yang bertugas
mengatur segala sesuatu dalam rumah tangga, baik itu urusan keuangan serta
pendidikan dalam keluarga. Keberadaan seorang ibu atau istri merupakan partner
dalam membangun keluarga yang harmonis.
Fungsi ayah sebagai pengatur financial
atau spnsor utama dalam pendanaan segala biaya rumah tangga. Masa sekarang
dinama dalam satu keluarga sang istri juga ikut bekerja, sebenarnya hanya untuk
membantu seorang suami, tidaklah wajib bagi istri dalam mencari rejeki.
Fungsi kedua sebagai centre of
education atau pengatur pendidikan dalam keluarga. Pendidikan yang dimaksud
disini bukan hanya pendidikan bagi anak, termasuk juga pendidikan bagi seluruh
anggota keluarga. Pendidikan istri dalam mendidik anak serta dalam mengatur
urusan rumah tangga menjadi tanggung jawab suami. Pendidikan anak serta
bagaimana rekan jejak anak dalam memperoleh pendidikan juga tanggung jawab
utama suami. Sekali lagi istri dalam hal ini adalah partner suami dalam
mensukseskan pendidikan keluarga.
Dalam satu keluarga sering kita
jumpai seorang ayah tidak mengetahui perkembangan anaknya. Jika ditanya apa
bakat anakmu? Sang ayah menjawab “mama nya yang tahu bakat anakku” jawaban yang
sangat singkat ini menunjukkan bahwa ayah telah meninggalkan fungsi pendidikan
dalam keluarganya. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada istri tentang pendidikan
anaknya, dalam istilah jawa “pasrah bongkooan” atau terima beres. Secara kasuistis
tersebut, suami hanya memandang ayah urusan financial, anak adalah urusan istri
atau secara kasar urusan perut adalah suami, urusan otak adalah istri.
Pembangunan keluarga secara
menyeluruh harus melalui kerjasama yang selaras antara ayah dan ibu. Fungsi keluarga
sebagai sekolah pertama anak harus ditegakkan. Ibu sebagai guru pertama bagi
anak, sementara ayah adalah kepala sekolahnya. Peran ayah dalam pendidikan anak
tidak hanya membayar biaya sekolah serta memenuhi kebetuhan yang berkaitan
dengan pendidikan, tetapi seorang ayah harus menjadi seorang kepala sekolah
yang merencanakan segala aspek pendidikan yang akan dijalankan oleh sang ibu
sebagai guru. Seorang ayah harus menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut
ditiru oleh anak. Seorang kepala sekolah juga harus senantiasa meningkatkan
kualitas gurunya dalam mendidik putra putrinya.
Kehadiran sosok ayah dalam
pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kecerdasan intelektual, tetapi aspek
emosional dan spiritual. Aspek emosional seorang ayah bagi seorang anak laki
laki adalah bagaimana anak tersebut mencari seorang sosok lelaki yang bisa
dijadikan teladan. Keberadaan ayah bagi anak laki laki menjadi kawan yang
dirasa mengerti akan kebutuhan laki-laki, bahkan dalam bahasa sahabat seorang
anak jika bersekongkol dengan ayah mengatakan “ini urusan laki-laki anatar aku
dan ayah, jadi ibu tidak boleh ikut-ikutan”. Kehadiran seorang ayah bagi anak
perempuan merupakan cerminan sosok laki-laki ideal. Anak akan memeproleh
gambaran mengenai seorang laki-laki dari ayahnya. Dia berusaha mengenal
laki-laki dari ayahnya, bukan yang lain, bahkan dalam kedekatan anak perempuan
dengan ayah, anak tidak akan sungkan bertanya perihal lelaki kepada ayahnya.
Kembali pada keharmonisan sebuah
keluarga akan tercipta dari kerjasama yang apik antara suami dan istri. Perumpamaan
diatas sebuah keluarga merupakan sekolah membutuhkan seorang kepala sekolah
yang penuh tanggung jawab serta guru yang trampil dalam tujuan utama membangun
generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual. Semua itu
dapat tercapai dengan pendidikan dari rumah. Mari kita bangun Indonesia Srong From
Home. (ghofur 29/11/2014)

0 comments :
Post a Comment